Peringatan Hari Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Nasional (HMKGN) ke-70 UPT BMKG Se-Provinsi Sulawesi Selatan

  • Rozar Putratama
  • 28 Jul 2017
Peringatan Hari Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Nasional (HMKGN) ke-70 UPT BMKG Se-Provinsi Sulawesi Selatan

Makassar -(24/7)Dalam rangka memeriahkan Hari Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Nasional (HMKGN) ke-70, UPT BMKG Se-Provinsi Sulawesi Selatan mengadakan beberapa rangkaian kegiatan yang dilaksanakan dari tanggal 15 - 21 Juli 2017. Rangkaian kegiatan tersebut antara lain :

  1. Family Gathering, pada tanggal 15 Juli 2017 di Pantai Akkarena, Makassar yang diikuti 416 orang yang terdiri dari pegawai dan keluarga BMKG Se-Sulawesi Selatan. Acara Family Gathering ini diisi dengan aneka permainan (games) untuk pegawai dan anak-anak, doorprize dan hiburan. Selain itu, pada acara Family Gathering juga dilakukan :

  • Pencanangan gerakan pemilahan sampah yang ditandai dengan penyerahan tempat sampah secara simbolis dari Kepala BBMKG Wilayah IV Makassar kepada para Kepala UPT BMKG Se-Sulawesi Selatan.
  • Pisah sambut Kepala Stasiun Meteorologi Hasanuddin dan Kepala Bidang Data dan Informasi BBMKG Wilayah IV Makassar.
  • Santunan untuk anak-anak pegawai honorer oleh Darma Wanita Persatuan BMKG Sulsel.

  1. Lomba-lomba yang terdiri dari Bulutangkis, Sepak Takraw dan Tenis Meja yang diikuti oleh para pegawai UPT BMKG Se-Sulawesi Selatan yang dilaksanakan pada tanggal 17-19 Juli 2017, serta lomba Mars BMKG yang diikuti UPT dan Darma Wanita Persatuan BMKG Sulsel, lomba pembuatan nasi goreng yang diikuti oleh para KaUPT BMKG Se-Sulawesi Selatan yang dilaksanakan pada tanggal 21 Juli 2017.
  2. Upacara HMKG Nasional ke-70 dilaksanakan pada tanggal 21 Juli 2017, yang dihadiri oleh para pegawai UPT BMKG Se-Sulawesi Selatan, Para Purna Bakti dan Darma Wanita Persatuan BMKG Sulsel. Upacara dipimpin oleh Bapak Kepala BBMKG Wilayah IV Makassar.
  3. Donor Darah dirangkaikan setelah upacara HMKG Nasional pada tanggal 21 Juli 2017 yang diikuti oleh para pegawai BMKG, Para Purna Bakti dan Darma Wanita Persatuan BMKG Sulsel.

 

Gempabumi Terkini

  • 21 Mei 2024, 02:42:13 WIB
  • 5.3
  • 10 km
  • 9.28 LS - 112.61 BT
  • 127 km Tenggara KAB-MALANG-JATIM
  • tidak berpotensi TSUNAMI
  • Selengkapnya →

Siaran Pers

Punya Banyak Manfaat, BMKG Berbagi Praktik Baik Teknologi Modifikasi Cuaca dengan TunisiaBali (20 Mei 2024) - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menyebut bahwa Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) memberikan dampak positif di tengah laju perubahan iklim. Hal tersebut disampaikan Dwikorita pada saat pertemuan Bilateral dengan Menteri Agrikultur, Sumber Daya Hidraulik, dan Perikanan Tunisia Abdelmonaam Belaati. "Seiring intensitas cuaca ekstrem yang tinggi memang negara kita (Indonesia-red) banyak menderita akibat bencana yang diakibatkannya dan itulah mengapa TMC menjadi salah satu pendekatan mitigasi yang bisa dilakukan pada saat kita terancam," kata Dwikorita di Posko TMC Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali, Minggu (19/5). Dwikorita menjelaskan bahwa TMC dapat dilakukan untuk memitigasi bencana seperti cuaca ekstrem yang disebabkan oleh perubahan iklim. Misalnya, Indonesia pernah mengalami cuaca esktrem yang disebabkan oleh fenomena El Nino pada 2015, 2016, dan 2019 di mana banyak wilayah yang mengalami kekeringan dan kebakaran hutan. Akibat kejadian tersebut, kata dia, banyak kerugian yang disebabkan dan membuat masyarakat menderita. Oleh karenanya, berdasarkan hasil analisis BMKG pada saat El Ni�o tahun 2023, BMKG telah belajar banyak dan memanfaatkan TMC sebagai bentuk mitigasi terhadap dampak bencana yang dihasilkan. Diterangkan Dwikorita, pada saat El Nino, sering kali terjadi penurunan air tanah sehingga menciptakan lahan yang sangat kering dan sangat sensitif terhadap kebakaran hutan. Secara alami, jika dahan pohon saling bergesekan, maka kebakaran pun bisa terjadi. "Nah, TMC bisa digunakan untuk mengantisipasi kebakaran tersebut dengan menyemai awan-awan di wilayah yang rentan mengalami kebakaran hutan dan lahan. Data yang dimiliki BMKG, Terdapat sekitar 90 atau 80% pengurangan kebakaran hutan," ujarnya. Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG Tri Handoko Seto menyampaikan bahwa BMKG telah melakukan cloud sheeding selama lima hari untuk menangani bencana hidrometeorologi banjir bandang dan banjir lahar hujan di Sumatra Barat. Sebanyak 15 ton garam disemai di wilayah Sumatra Barat untuk menahan intensitas hujan yang cukup tinggi dan berpotensi membawa material vulkanik sisa letusan Gunung Marapi. TMC dilakukan dengan tujuan untuk mengurangi intensitas hujan di lereng Gunung Marapi dan memudahkan pencarian korban hilang. Seto menegaskan bahwa TMC sangat penting untuk menyelamatkan hidup manusia, menjamin kemakmuran, dan kesejahteraan manusia karena membantu produksi pertanian di daerah kering. Oleh karenanya usaha ini harus terus dilakukan secara kolektif. Sementara itu, Menteri Agrikultur, Sumber Daya Hidraulik, dan Perikanan Tunisia Abdelmonaam Belaati mengampresiasi kemampuan BMKG dalam melakukan TMC. Menurutnya, TMC merupakan pekerjaan yang sangat baik demi menjaga keberlangsungan hidup manusia. Abdelmonaam bercerita, Tunisia mencatat kekeringan selama 5-7 tahun yang menyebabkan pasokan air berkurang. Dan oleh karenanya, dengan kunjungan ke Indonesia, Tunisia ingin mencari solusi bagaimana TMC bisa dilakukan dengan efektif. Saat ini untuk menanggulangi persoalan tersebut Tunisia sedang melakukan desalinasi air laut atau proses menghilangkan kadar garam dari air sehingga dapat dikonsumsi oleh makhluk hidup. Juga sedang mencoba memikirkan bagaimana bisa menggunakan air bekas dan air olahan. "Dan solusi lainnya adalah bagaimana bisa melakukan modifikasi cuaca. Bagaimana kita bisa mendatangkan hujan ke suatu negara. Itu sangat penting dan itulah sebabnya kami ada di sini hari ini dan berharap dapat terus bekerja sama," pungkasnya. (*) Biro Hukum dan Organisasi Bagian Hubungan Masyarakat Instagram : @infoBMKG Twitter : @infoBMKG @InfoHumasBMKG Facebook : InfoBMKG Youtube : infoBMKG Tiktok : infoBMKG

  • 20 Mei 2024