DPRD Kabupaten Belitung Melakukan Kunjungan Kerja ke Kantor Pusat BMKG dalam Upaya Tingkatkan Keselamatan Masyarakat

  • Fahmi Dendi Saputra
  • 27 Mar 2024
DPRD Kabupaten Belitung Melakukan Kunjungan Kerja ke Kantor Pusat BMKG dalam Upaya Tingkatkan Keselamatan Masyarakat

Jakarta, (27 Maret 2024) - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Belitung meneruskan langkah strategisnya dalam menjaga keselamatan masyarakat dengan melakukan kunjungan kerja ke Kantor Pusat Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Kunjungan kerja ini bertujuan untuk memperkuat kerjasama antara DPRD Belitung dan BMKG dalam upaya pencegahan dan penanggulangan bencana alam di wilayah Belitung.

Kunjungan tersebut disambut hangat oleh Andri, selaku Plt. Kepala Pusat Meteorologi Publik. Dalam sambutannya, Andri menegaskan komitmen BMKG untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas layanan kepada masyarakat.

"Kami hadir di setiap provinsi, kota, dan kabupaten untuk tetap bersinergi dalam mengoptimalkan informasi BMKG sebagai acuan dalam menghadapi berbagaikondisi cuaca dan potensi bencana alam," ujarnya. (27/03)

Lebih lanjut, Andri mengingatkan pentingnya penggunaan aplikasi InfoBMKG sebagai sarana untuk mendapatkan informasi cuaca secara akurat dan real-time.

"Dengan InfoBMKG, masyarakat dapat mengakses peringatan dini dan notifikasi terkait cuaca dengan cepat dan tepat," tambahnya.

Dalam pertemuan yang berlangsung intensif, Ketua dan anggota DPRD Belitung berdiskusi dengan para ahli dari BMKG mengenai pemantauan cuaca, peringatan dini bencana, serta langkah-langkah preventif dalam mengurangi dampak bencana alam seperti angin puting beliung, banjir, dan gempa bumi di wilayah Belitung. Kunjungan kerja ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman DPRD Belitung tentang kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman bencana alam.

Selain itu, kunjungan ini juga menjadi kesempatan bagi anggota DPRD Belitung untuk memperkuat jaringan kerjasama dengan berbagai pihak terkait di tingkat nasional, guna mendukung upaya perlindungan dan penanggulangan bencana di tingkat lokal.

Komitmen DPRD Kabupaten Belitung dalam menjaga keselamatan dan kesejahteraan masyarakat Belitung melalui langkah-langkah konkret dalam menghadapi potensi bencana alam semakin ditegaskan.

Kolaborasi yang erat antara DPRD Belitung dan BMKG diharapkan dapat menjadi model inspiratif bagi daerah-daerah lain dalam mengelola risiko bencana dengan lebih efektif dan efisien. Sinergi yang terbangun antara lembaga pemerintah dan masyarakat menjadi kunci utama dalam meminimalkan kerugian akibat bencana alam serta menjaga keselamatan seluruh masyarakat.

Gempabumi Terkini

  • 21 Mei 2024, 02:42:13 WIB
  • 5.3
  • 10 km
  • 9.28 LS - 112.61 BT
  • Pusat gempa berada di laut 127 km tenggara Kabupaten Malang
  • Dirasakan (Skala MMI): III Karangkates, II Malang, II Jember, II Kepanjen, II Kuta
  • Selengkapnya →
  • Pusat gempa berada di laut 127 km tenggara Kabupaten Malang
  • Dirasakan (Skala MMI): III Karangkates, II Malang, II Jember, II Kepanjen, II Kuta
  • Selengkapnya →

Siaran Pers

Punya Banyak Manfaat, BMKG Berbagi Praktik Baik Teknologi Modifikasi Cuaca dengan TunisiaBali (20 Mei 2024) - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menyebut bahwa Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) memberikan dampak positif di tengah laju perubahan iklim. Hal tersebut disampaikan Dwikorita pada saat pertemuan Bilateral dengan Menteri Agrikultur, Sumber Daya Hidraulik, dan Perikanan Tunisia Abdelmonaam Belaati. "Seiring intensitas cuaca ekstrem yang tinggi memang negara kita (Indonesia-red) banyak menderita akibat bencana yang diakibatkannya dan itulah mengapa TMC menjadi salah satu pendekatan mitigasi yang bisa dilakukan pada saat kita terancam," kata Dwikorita di Posko TMC Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali, Minggu (19/5). Dwikorita menjelaskan bahwa TMC dapat dilakukan untuk memitigasi bencana seperti cuaca ekstrem yang disebabkan oleh perubahan iklim. Misalnya, Indonesia pernah mengalami cuaca esktrem yang disebabkan oleh fenomena El Nino pada 2015, 2016, dan 2019 di mana banyak wilayah yang mengalami kekeringan dan kebakaran hutan. Akibat kejadian tersebut, kata dia, banyak kerugian yang disebabkan dan membuat masyarakat menderita. Oleh karenanya, berdasarkan hasil analisis BMKG pada saat El Ni�o tahun 2023, BMKG telah belajar banyak dan memanfaatkan TMC sebagai bentuk mitigasi terhadap dampak bencana yang dihasilkan. Diterangkan Dwikorita, pada saat El Nino, sering kali terjadi penurunan air tanah sehingga menciptakan lahan yang sangat kering dan sangat sensitif terhadap kebakaran hutan. Secara alami, jika dahan pohon saling bergesekan, maka kebakaran pun bisa terjadi. "Nah, TMC bisa digunakan untuk mengantisipasi kebakaran tersebut dengan menyemai awan-awan di wilayah yang rentan mengalami kebakaran hutan dan lahan. Data yang dimiliki BMKG, Terdapat sekitar 90 atau 80% pengurangan kebakaran hutan," ujarnya. Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG Tri Handoko Seto menyampaikan bahwa BMKG telah melakukan cloud sheeding selama lima hari untuk menangani bencana hidrometeorologi banjir bandang dan banjir lahar hujan di Sumatra Barat. Sebanyak 15 ton garam disemai di wilayah Sumatra Barat untuk menahan intensitas hujan yang cukup tinggi dan berpotensi membawa material vulkanik sisa letusan Gunung Marapi. TMC dilakukan dengan tujuan untuk mengurangi intensitas hujan di lereng Gunung Marapi dan memudahkan pencarian korban hilang. Seto menegaskan bahwa TMC sangat penting untuk menyelamatkan hidup manusia, menjamin kemakmuran, dan kesejahteraan manusia karena membantu produksi pertanian di daerah kering. Oleh karenanya usaha ini harus terus dilakukan secara kolektif. Sementara itu, Menteri Agrikultur, Sumber Daya Hidraulik, dan Perikanan Tunisia Abdelmonaam Belaati mengampresiasi kemampuan BMKG dalam melakukan TMC. Menurutnya, TMC merupakan pekerjaan yang sangat baik demi menjaga keberlangsungan hidup manusia. Abdelmonaam bercerita, Tunisia mencatat kekeringan selama 5-7 tahun yang menyebabkan pasokan air berkurang. Dan oleh karenanya, dengan kunjungan ke Indonesia, Tunisia ingin mencari solusi bagaimana TMC bisa dilakukan dengan efektif. Saat ini untuk menanggulangi persoalan tersebut Tunisia sedang melakukan desalinasi air laut atau proses menghilangkan kadar garam dari air sehingga dapat dikonsumsi oleh makhluk hidup. Juga sedang mencoba memikirkan bagaimana bisa menggunakan air bekas dan air olahan. "Dan solusi lainnya adalah bagaimana bisa melakukan modifikasi cuaca. Bagaimana kita bisa mendatangkan hujan ke suatu negara. Itu sangat penting dan itulah sebabnya kami ada di sini hari ini dan berharap dapat terus bekerja sama," pungkasnya. (*) Biro Hukum dan Organisasi Bagian Hubungan Masyarakat Instagram : @infoBMKG Twitter : @infoBMKG @InfoHumasBMKG Facebook : InfoBMKG Youtube : infoBMKG Tiktok : infoBMKG

  • 20 Mei 2024