Rapat Dengar Pendapat Evaluasi Pelaksanaan APBN BMKG TA. 2021

  • Rozar Putratama
  • 09 Feb 2022
Rapat Dengar Pendapat Evaluasi Pelaksanaan APBN BMKG TA. 2021

Jakarta - Selasa (8/2) Kepala BMKG Prof. Ir. Dwikorita Karnawati, M.Sc. P.hD dengan didampingi Para pejabat eselon I memenuhi undangan dari Komisi V DPR RI dalam Rapat Dengar Pendapat dengan agenda Evaluasi Pelaksanaan APBN Tahun 2021 BMKG per Deputi dan program kerja tahun 2022.

Dalam paparannya Dwikorita memaparkan mengenai beberapa kendala pelaksanaan kegiatan TA 2021 antara lain :

  1. Tingginya proporsi peralatan dan mesin yang harus di import atau rendahnya tingkat komponen dalam negeri dari beberapa perelatan yang diadakan oleh BMKG
  2. Ada beberapa kegiatan yang tidak dapat diselesaikan oleh para penyedia ( Wan Prestasi dan dalam masa pemberian kesempatan sesuai PMK 184/2021
  3. Adanya pembatasan pelaksanaan belanja barang mulai paket meeting dan perjalanan dinas
  4. Masih belum tuntasnya pendemi Covid - 19 yang berdampak pada konektivitas, yaitu pembatasan lalu lintas barang/orang antar kota dan negara.

Lebih lanjut Dwikorita menyampaikan, adapun solusi dari kendala yang BMKG hadapi:

  1. Agar melakukan persiapan pengadaan barang dan jasa lebih awal, termasuk untuk pemenuhan proporsi TKDN dan proses dapat melalui e-katalog sektoral
  2. Agar ditingkatkan kualitas PBJ dalam rangka pemilihan penyedia pengadaan barang dan jasa, salah satunya dalam memperhatikan faktor kemampuan pabrikan dalam memproduksi alat (kapasitas produksi) dan analisis mendalam terhadap kemampuan keuangan penyedia
  3. Menyiapkan / mengantisipasi kegiatan alternatif yang sesuai aturan dapat menggantikan kegiatan yang terkendala oleh pandemi Covid-19, terutama paket meeting, sekolah lapang dan kegiatan sejenis
  4. Agar dilakukan persiapan yang lebih matang terhadap pelaksanaan kegiatan yang dipengaruhi oleh pandemi Covid - 19, terutama pengiriman peralatan dan tenaga ahli

Dari paparan dalam rapat dengar pendapat yang dipimpin oleh H. Muhammad Arwani Thomafi dari fraksi Partai Persatuan Pembangunan dan diselenggarakan secara online dihasilkan 2 kesimpulan yakni :

Realisasi keuangan dan fisik dari 4 kedeputian

- Deputi Meteorologi
Realisasi keuangan: 91,78%, Realisasi fisik: 99,2%

- Deputi Klimatologi
Realisasi keuangan: 99,29%, Realisasi fisik: 100%

- Deputi Geofisika
Realisasi keuangan: 73,68%, Realisasi fisik: 82,06%

- Deputi Inskalrekjarkom
Realisasi keuangan: 65,78%, Realisasi fisik: 78,5%

Dengan adanya realisasi keuangan dan fisik tersebut Komisi V berharap terhadap program /kegiatan di TA 2021 yang tidak terealisasi agar kendala teknis pada pelaksanaan program/kegiatan TA 2021 dapat diselesaikan dengan cepat dan tidak terulang pada tahun 2022.

Komisi V DPR RI meminta para Deputi di BMKG agar:

  1. Meningkatkan koordinasi internal dengan setiap Unit organisasi Eselon I
  2. Meningkatkan prencanaan yang lebih akurat khususnya dalam pengadaan barang dan jasa
  3. Memperbanyak program / kegiatan berbasis masyarakat
  4. Memperbanyak sebatab alat deteksi tsunami terutama di daerah rawan bencana.

Gempabumi Terkini

  • 20 Mei 2024, 20:42:24 WIB
  • 4.6
  • 22 km
  • 7.69 LS - 106.42 BT
  • Pusat gempa berada di laut 79 km BaratDaya Kabupaten Sukabumi
  • Dirasakan (Skala MMI): III Sindangbarang, III Nagrak, III Cibinong, III Cipamingkis, III Surade, III Jampang, II - III Cigaru, II-III Simpenan, II - III Kabupaten Sukabumi
  • Selengkapnya →
  • Pusat gempa berada di laut 79 km BaratDaya Kabupaten Sukabumi
  • Dirasakan (Skala MMI): III Sindangbarang, III Nagrak, III Cibinong, III Cipamingkis, III Surade, III Jampang, II - III Cigaru, II-III Simpenan, II - III Kabupaten Sukabumi
  • Selengkapnya →

Siaran Pers

Punya Banyak Manfaat, BMKG Berbagi Praktik Baik Teknologi Modifikasi Cuaca dengan TunisiaBali (20 Mei 2024) - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menyebut bahwa Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) memberikan dampak positif di tengah laju perubahan iklim. Hal tersebut disampaikan Dwikorita pada saat pertemuan Bilateral dengan Menteri Agrikultur, Sumber Daya Hidraulik, dan Perikanan Tunisia Abdelmonaam Belaati. "Seiring intensitas cuaca ekstrem yang tinggi memang negara kita (Indonesia-red) banyak menderita akibat bencana yang diakibatkannya dan itulah mengapa TMC menjadi salah satu pendekatan mitigasi yang bisa dilakukan pada saat kita terancam," kata Dwikorita di Posko TMC Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali, Minggu (19/5). Dwikorita menjelaskan bahwa TMC dapat dilakukan untuk memitigasi bencana seperti cuaca ekstrem yang disebabkan oleh perubahan iklim. Misalnya, Indonesia pernah mengalami cuaca esktrem yang disebabkan oleh fenomena El Nino pada 2015, 2016, dan 2019 di mana banyak wilayah yang mengalami kekeringan dan kebakaran hutan. Akibat kejadian tersebut, kata dia, banyak kerugian yang disebabkan dan membuat masyarakat menderita. Oleh karenanya, berdasarkan hasil analisis BMKG pada saat El Ni�o tahun 2023, BMKG telah belajar banyak dan memanfaatkan TMC sebagai bentuk mitigasi terhadap dampak bencana yang dihasilkan. Diterangkan Dwikorita, pada saat El Nino, sering kali terjadi penurunan air tanah sehingga menciptakan lahan yang sangat kering dan sangat sensitif terhadap kebakaran hutan. Secara alami, jika dahan pohon saling bergesekan, maka kebakaran pun bisa terjadi. "Nah, TMC bisa digunakan untuk mengantisipasi kebakaran tersebut dengan menyemai awan-awan di wilayah yang rentan mengalami kebakaran hutan dan lahan. Data yang dimiliki BMKG, Terdapat sekitar 90 atau 80% pengurangan kebakaran hutan," ujarnya. Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG Tri Handoko Seto menyampaikan bahwa BMKG telah melakukan cloud sheeding selama lima hari untuk menangani bencana hidrometeorologi banjir bandang dan banjir lahar hujan di Sumatra Barat. Sebanyak 15 ton garam disemai di wilayah Sumatra Barat untuk menahan intensitas hujan yang cukup tinggi dan berpotensi membawa material vulkanik sisa letusan Gunung Marapi. TMC dilakukan dengan tujuan untuk mengurangi intensitas hujan di lereng Gunung Marapi dan memudahkan pencarian korban hilang. Seto menegaskan bahwa TMC sangat penting untuk menyelamatkan hidup manusia, menjamin kemakmuran, dan kesejahteraan manusia karena membantu produksi pertanian di daerah kering. Oleh karenanya usaha ini harus terus dilakukan secara kolektif. Sementara itu, Menteri Agrikultur, Sumber Daya Hidraulik, dan Perikanan Tunisia Abdelmonaam Belaati mengampresiasi kemampuan BMKG dalam melakukan TMC. Menurutnya, TMC merupakan pekerjaan yang sangat baik demi menjaga keberlangsungan hidup manusia. Abdelmonaam bercerita, Tunisia mencatat kekeringan selama 5-7 tahun yang menyebabkan pasokan air berkurang. Dan oleh karenanya, dengan kunjungan ke Indonesia, Tunisia ingin mencari solusi bagaimana TMC bisa dilakukan dengan efektif. Saat ini untuk menanggulangi persoalan tersebut Tunisia sedang melakukan desalinasi air laut atau proses menghilangkan kadar garam dari air sehingga dapat dikonsumsi oleh makhluk hidup. Juga sedang mencoba memikirkan bagaimana bisa menggunakan air bekas dan air olahan. "Dan solusi lainnya adalah bagaimana bisa melakukan modifikasi cuaca. Bagaimana kita bisa mendatangkan hujan ke suatu negara. Itu sangat penting dan itulah sebabnya kami ada di sini hari ini dan berharap dapat terus bekerja sama," pungkasnya. (*) Biro Hukum dan Organisasi Bagian Hubungan Masyarakat Instagram : @infoBMKG Twitter : @infoBMKG @InfoHumasBMKG Facebook : InfoBMKG Youtube : infoBMKG Tiktok : infoBMKG

  • 20 Mei 2024